Jumat, 27 September 2013

Analisis Kualitas Lingkungan air, udara dan tanah



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

Lingkungan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupuan manusia. Hal ini dikarenakan dimana seseorang hidup maka akan tercipta suatu lingkungan yang berbeda dan sebaliknya. Akhir-akhir ini sering kali ditemukannya suatu pengrusakan lingkungan oleh manusia dengan alasan pemanfaatan untuk menghasilkan materi yang lebih, secara tidak langsung tindakan ini akan mengakibatkan terkikisnya lingkungan dan mengancam pada kelangsungan hidup manusia.
tanah bersama air dan udara merupakan sumber daya alam utama yang sangat mempengaruhi kehidupan. Persoalan lingkungan hidup disebabkan berbagai hal, salah satunya pertumbuhan penduduk. Pertumbuhanpopulasi manusia yang semakin tinggi menyebabkan aktifitas ekonomi juga meningkat pesat. Kegiatan ekonomi/pembangunan yang semakin meningkat mengandung resiko pencemaran dan perusakan lingkungan hidup sehingga struktur dan fungsi dasar ekosistem yang menjadi pendukung kehidupan menjadi rusak. Hal tersebut merupakan beban sosial yang pada akhirnya manusia pula yang akan menanggung biaya pemulihannya.
Dalam analisis lingkungan, keakuratan suatu hasil analisis akan sangat mempengaruhi keputusan dalam suatu tindakan terbaik untuk analisis lingkungan.  Akan tetapi adanya kesulitan pengambilan data dilapangan mengakibatkan data yang diperoleh sulit untuk diterapkan atau sebagai acuan dalam aplikasi teknik lingkungan. Beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi dikarenakan perubahan lingkungan yang semua komponennya bersifat dinamis sehingga sering dijumpai bahwa sampel berubah dengan cepat spies – spiesnya dan kadang juga diluar yang diperkirakan. Akan tetapi adanya hal tersebut dapat diatasi dan minimal dapat ditekan jika teknik dalam penyamplingan dilakukan dengan hati – hati. Analisis yang salah dan tidak diketahui akan memberikan dampak kesalahan dalam keputusan metode untuk menyelesaikan masalah lingkungan.
       


B.     Permasalahan
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat ditari beberapa permasalahan diantaranya:
1.      Apa  alasan yang mendasari sehingga perlu melakukan analisis kualitas lingkungan khususnya air, udara dan tanah…?
2.      Apa dampak positif dan negative yang ditimbulkan dengan melakukan analisis kualitas lingkungan …?
3.      Langkah-langkah apa yang diperlukan dalam melakukan analisis kualitas lingkungan,,?

C.     Tujuan
Berdasarkan permasalahan diatas maka tujuan dari penyusunan makalah ini adalah :
1.      Dapat mengetahui alasan yang mendasari sehingga perlu melakukan analisis kualitas lingkungan khususnya air, udara dan tanah
2.      Mengetahui dampak positif dan negative yang ditimbulkan dengan melakukan analisis kualitas lingkungan
3.      Mengetahui Langkah-langkah apa yang diperlukan dalam melakukan analisis kualitas lingkungan



                                                                     





BAB II
PEMBAHASAN

A.    Permasalahan Lingkungan
Pengambilan sampel (sampling) merupakan tahap awal dalam proses dimana data hasil karakterisasi suatu batch produk dikumpulkan untuk proses evaluasi. Hasil ujian sampel akan mempengaruhi nasib batch, sehingga proses seleksi sampel merupakan tahap penting dalam sistem penjaminan mutu. Pertimbangan umum mengenai pengambilan sampel lingkungan meliputi:
1.      Permasalahan dalam pengambilan sampel lingkungan
Pengambilan sampel dan uji parameter kualitas lingkungan merupakan pekerjaan yang tidak mudah karena polutas bersifat dinamis dan bermigrasi seiring dengan perubahan situasi dan kondisi stempat. Karakteristik fisik matrik air, udara, tanah/sedimen, padatan/lumpr atau cairan, cuaca, jumlah polutan, kecepatan lepasnya polutan ke lingkungan, sumber emisi atau efluen, sifat kimia, biologi, dan fisika polutan, dan intervensi manusia sangat memengaruhi cara serta kecepatan migrasi polutan. Pada umumnya, migrasi polutan terjadi melalui angin, hujan, air permukaan, air tanah, air laut, dan intervensi manusia yang berupa pipa limbah cair, drainase, dan lain-lain.
Disamping faktor migrasi, konsentrasi parameter lingkungan yang berasal dari air, udara, dan tanah umumnya rendah, yaitu parts per milliom (ppm), parts per billion (ppb), atau bahkan parts per trillion (ppt) dan merupakan problem analitik yang sering muncul ketika menganalisis sampel lingkungan di laboratorium.
Untuk mengatasi permasalahan kompleks tersebut, tidak hanya dibutuhkan peralatan pengambilan sampel yang memenuhi syaraat dan personel yang kompeten, tetapi juga prosedur dan teknik pengambilan sampel lingkungan yang benar serta sensitivitas dan selektivitas metode pengujian analitik, termasuk pengendalian mutu dan penjaminan mutu (QC/QA) baik di lapangan maupun di laboratorium. Selain itu, perencanaan dan pengambilan sampel yang representative harus menjadi bagian integral dari uji parameter kualitas lingkungan.
2.      Aspek – aspek yang harus dipertimbangkan
a.    Lokasi dan titik pengambilan sampel
Tempat yang seharusnya digunakan untuk mengambil sampel llingkungan harus dapat menggambarkan kondisi sesungguhnya pada daerah dan waktu tertentu. Sebelum menentukan lokasi dan titik pengambilan sampel  harus dipertimbangkan beberapa hal yaitu:
1.   Apa tujuan dari pengambilan sampel
2.   Adakah suatu lokasi dan titik yang telah ditentukan berdasarkan ketentuan yang berlaku
3.   Apakah lokasi dan titik tersebut representatif
4.   Apa parameter  yang  yang akan dianalisis disana
5.   Bagaimana lokasi dan titik pengambilan yang dapat diketahui dan bagaimana memastikan bagwa pengambil sampel dapat kembali kelokasi dan titik yang sama
6.   Apa yang harus direkam untuk menunjukkan mengapa lokasi dan titik representatif atau tidak. 
Penentuan lokasi dan titik pengambilan sampel lingkungan harus memperhatikan fasilitas untuk menuju lokasi dan aksesibilitas ke titik pengambilan
b.   Parameter kualitas lingkungan, yang dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
1.      Parameter primer merupakan senyawa kimia yang masuk ke dalam lingkungan tanpa berinteraksi dengan senyawa lain, misalnya pestisida dan logam berat.
2.      Parameter sekunder dimana terbentuk akibat adanya interaksi, transformasi atau reaksi kimia antar parameter primer menjadi senyawa lain, misalnya dalam pembentukan hujan. Dalam pembentukan huja, asam sulfur dioksisa (SO2) menjadi asam sulfat (H2SO4) karena bereaksi dengan uap air (H2O) di atmosfer. Contoh lainnya adalah pembentukan ozon (O3) dari oksida nitrogen (NOx) yang memperoleh cukup sinar ultraviolet.
        Selain itu, dalam pengambilan sampel lingkungan dikenal parameter kunci. Parameter kunci adalah parameter adalah parameter yang dapat mewakili kualitas lingkungan. Sebagai gambaran, parameter kunci untuk mengetahui kualitas air limbah adalah suhu (ÂșC), daya hantar listrik (DHL), derajat keasamaan (pH), oksigen telarut (DO), kebutuhan oksigen kimiawi (COD), kebutuhan oksigen biologis (BOD) dan senyawa anion serta kation yang dominan.
       Selain mengambil sampel yang akan diuji di laboratorium, juga harus mengukur parameterlingkungan. Parameter lapangan dilakukan untuk memastikan kesahihan hasil pengujiaan.
c.    Ukuran jumlah dan volume sampel pada dasarnya tergantung pada parameter yang akan diuji,metode pengujian yang digunakan, dan distribusi polutan dilingkungan.
d.   Homogenitas sampel
Pada pengambilan sampel lingkungan yang homogen merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan namun jika sampel lingkungan seragam secara visual maka pengambilan sampel dilakukan dengan sesaat (grab sample). Namun jika tidak seragam, dilakukan pengambilan sampel gabungan / sampel terpadu.

e.    Jumlah titik pengambilan sampel
Hal ini sangat penting untuk menentukan representatif tidaknya suatu sampel hal ini juga perlu dipertimbangkan diantaranya biaya dan masalah yang dihadapi dan tujuan yang ditetapkan. Pada pengambilan sampel air, udara atau tanah, jumlah titik pengambilannya berbeda-beda. Untuk pengambilan sampel air sungai, jumlahnya tidak hanya tergantung pada lebar dan panjangnya sungai tetapi juga kedalaman, debit air sungai dan karakteristik polutan dalam air sungai. Sedangkan untuk sampel emisi dari cerobong industry, jumlah titiknya sangat ditentukan oleh diameter ekuivalen dan tinggi cerobong.

f.    Waktu pengambilan sampel
Mengenai kapan pengambilan sampel umumnya tidak ada peraturan khusus namun dilakukan pendekatan dengan mengansumsikan saat media lingkungan cukup homogeny atau konstan sehingga sampel dapat mewakili kondisi yang diisyaratkan. Homogenitas media lingkungan sangat bergantung pada kondisi lingkungan  sekitar.

Dalam preparasi sampel untuk analisis lingkungan juga perlu diperhatikan kontrol kualitas (QC) dan kualitas asuransi (QA). Quality assurance (QA) merupakann prinsip – prinsip operasi yang harus diikuti secara disiplin selama pengumpulan sampel hingga analisis dilakukan, sehingga didapatkan data yang berkualitas (terjamin) atau data hasil analisis yang diperoleh mempunyai akurasi pada level kepercayaan yang tinggi. Untuk mencapai tersebut,  maka dalam pelaksanaanya dibagi menjadi dua yaitu quality control (q.c) dan  quality assessment (q.a)
Kontrol kualitas secara eksternal biasanya dianggap sama dengan quallity assurance, namun demikian secara internal digunakan untuk mendapatkan data yang kredibel, harus didukung atau dilakukan dengan sertifikasi kemampuan operator dan analisis yang kompeten, sehingga menghasilkan analisis yang baik, antara lain :
1.         Recovery dari analisis adisi standar yang diketahui (keakuratan)
2.         Tingkat ketepatan terhadap analisis pada standar eksternal (uji)
3.         Secara rutin harus tepat  dalam menguji reagen – reagen blangko
4.         Mampu kalibrasi standar, peralatan, metode dengan benar  
5.         Mampu menganalisis sampel duplikat dengan akurasi dan ketetepan yang tinggi (duplo)
6.         Membuat diagram kontrol kualitas dan meningkatkan performa laboratorium
Sedangkan untuk quality assesment, lebih mengarah pada kemampuan untuk menilai keakuratan sampel dan hasil analisisnya. Termasuk dalam hal ini adalah evaluasi performance sampel mengaudit kinerja analisis, melakukan dan mengevaluasi perbandingan metode dan laboratorium. Secara umum q.a melakukan proses hasil pengukuran q.c untuk menentukan kualitas data laboratorium, dari sis recovery, bias presisi, dan limit deteksi. 
Qontrol kualitas merupakan proses penjaminan mutu sampel, hal ini penting dalam menghasilkan validitas data lapangan. Dengan jaminan mutu yang baik maka data yang dihasilkan dapat dibuktikan secara teknis dan dapat dipertahankan secara legal.







BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa terpenuhinya prinsip-prinsip preparasi sampel dalam kimia lingkungan sangat bergantung pada beberapa faktor yang harus diperhatikan termasuk didalamnya yaitu aspek yang harus  diperhitungkan secara cermat dan tepat, pemilihan lokasi dan titik pengambilan sampel yang merupakan salah satu kunci keberhasilan pengujian yang dilakuakan, jumlah titik pengambilan sampel, merupakan penentu variasi sample bahkan variasi hasil pengujian, dan waktu pengambilan sampel, dapat diberlakukan untuk sampel-sampel tertentu yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap perubahan ketika berada di lingkungan atau tempat pengambilan sampel, sehingga dapat mempengaruhi kualitas atau akurasi sampel bila pengambilan sampel dilakukan pada waktu yang tidak tepat bahkan mengakibatkan ketidak sesuaian dengan tujuan pengambilan sampel. Kesemua hal tersebut bertujuan untuk meminimalisir munculnya permasalahan dalam pengambilan sampel.

B.     SARAN
-





                                                                                        


DAFTAR PUSTAKA

Hadi, Anwar. 2005. Prinsip Pengelolaan Pengambilan Sampel Lingkungan. Jakarta: PT Gramedia


Normal 0 false false false false IN X-NONE X-NONE

















KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat rahmat-Nya makalah dengan judul ” Analisis Kualitas Lingkungan air, udara dan tanah “ dapat selesai tepat pada waktu yang telah ditentukan.
Dalam kesempatan yang berbahagia ini,penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran penyusunan makalah ini, antara lain kepada dosen yang telah memberikan bimbingan untuk membuat makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu,kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat penulis harapkan demi kemajuan penulis untuk kedepannya. Karena seperti pepatah mengatakan ”Tiada gading yang tak retak”. Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Kendari, 28  September   2013


Penulis