


Tanggal 6 April 2011 adalah hari terakhir aku menjalin cinta dengan orng yang sngat aku sayng. Ini bukan karena aku sudah tidak sayang lagi tp dia membuat maslah tambah runyam. Jujur kalau ,masalah perasaan aq sngat syng bangat ma dia tapi suatu z hubungan tidak akan berjalan serius jika salah seorang tidak mempunyai perasaan yang sama seperti orang yang mnyayanginya. Satu tahun 74 hari z pacaran ma dia mngkin adlah waktu yang lumayan panjang namun semua yang kami lalui ternyatatidak ada artinya bagi dia. Begitu banyak kenangan yang kami lalui bersama , begitu banyak rintangan yang kami lalui bersama tapi semuanya seakan tidak berarti apa-apa buatnya. Mungkin sudah aktunya aku menata hidupku seperti yang dulu n untuk focus ma kuliahq karna jujur aq tidak ingin menyakiti kedua orang tuaku yang telah susah payah medidik dan membiayai saya untuk bisa sampai seperti sekarang ini higga aku bisa hidup mandiri di kampung orang, bisa kuliah, bisa mengenal teman dan segalanya . namun setelah semua ini aku ketahui aku hanya bisa berharap semoga dia bahagia dengan pilihanya sendiri. Aku tidak inginmenjadi seorang pengemis terlebih lagi mengemis cinta. Biar aq sayng sama dia mungkin aku akan bahagia jika melihat dia bahagia dngan orng lain. Namun yang menjadi masalah jangan sampai saya seperti mantan pacranya yang lain setelah putus tidak pernah lagi berteguran. Itu yang sangat saya hindari karna orang tunya masih percaya sama saya untuk memantau keadaanya. Meski begitu aku akan berusaha memberikan yang terbaik untuknya. Mungkin seperti inilah mencintai seseorang yang tidak mencintai saya seperti aq menyayanginya. Aq tulus menyayanginya tp mungkin karna keterbatasan saya yang membuatnya berpaling dari saya. Jujur aku orngya jelek, tidak punya uang, apalagi mau punya motor seperti pacaranya sekarang yang bisa menjemputnya kapanpun dia mau. Aq hanya ingin mencari perempuan yang bisa menerima saya apa adanya, , namun aku tidak pernah menyesal kenapa aku terlahir di keluaraga yang seperti ini, malahan aku senang karna dengan seperti ini aku bisa belajar dari keadaan itu. Semoga pilihanya sekarang tidak akan membuatnya menyesal dikemudian hari karna meski dia menyesal itu semua sudah sia-sia karna aku punya prinsip sekali putus z tidak akan pernah untk balikan lagi. kalaw memang dia masih sayng sma aku bukan begini caranya pasti dia akan beltingkah laku yang akan membuat kami bubaran. Jujur z akan selalu menyesal karna aku msh sanyng bangat sama dia. Tapi rasa sayangq tidak akan pernah merubah prinsip yang telah aku buat sendiri.
Sekarang aku hanya sebatas teman sama dia, sebatas pemantau orang tuanya karna mereka percaya sekali sama saya supaya bisa membimbing dia kejalan yang benar. Dan semoga saya tidak seperti mantan pacarnya yang lain karna sekali putus dia tidak akan pernah baikan sama orang itu sampai kapanpun. Semoga itu tidak terjadi sama saya. Saya hanya ingin akur sebagai teman, sebagai keluarga dan aku tidak ingin menuntut terlalu banyak dari dia itu saja sudah cukup membuatq legah. Mungkin perasaanq ini akan kubawa trus sampai dia benar-benar menjadi milik orang lain. Mungkin z punya sifat gila tapi saya tidak ingin membohongi perasaanku sendiri hanya karena cinta. Cinta yang membuat saya begini menjadi orang dewasa. Selama kami pacaran dia selalu menekanku supaya z tidak pacaran sama orang lain bahkan dia mengatangatain saya yang jelek-jelek tapi saya tidak . ini bukan karena aku tak sayang tapi jujur aku percaya sekali sama dia n ternyata dia menipu saya. Saya hanya ingin jadi orang normal, merasakan pacaran dengan orang yang aku sayng begitupun dia sayang ma aku apa adanya. Dan harapanku semoga pacarnya memberikan kasih sayng yang lebih besar dari pada aku memberikan rasa sayangku padanya. Dan semoga pacaranya sekarang tidak merasakan lagi sakit hati seperti yang saya rasakan sekrang ini.
Aq pacaran dengan perempuan dengan hati yag tulus, serius dan tidak ingin mempermainkan perasaan perempuan. Karena saya takut itu semua terjadi pada ade’q. saya pacaran bukan berarti harus sampai kejenjng pernikahan tapi setidaknya saya serius tidak main-main. Kalau toh tidak samapai di pernikahan berarti bukan jodoh saya tp setidaknya aku sudah melakukan yang terbaik yang saya bisa. Dan perjalanan cintaku juga sama dia tidak sampai ke jenjang itu dan aku berfikir aku mash belum yang terbaik untuknya. Dan semoga dia dapat orng yang bisa memenuhi segala keinginannya. Bukan aku menyerah dengan keadaan tpi begitulah saya tidak ingin mempertahankan cinta yang nyata-nta hanya saya yang mencintainya. Menyelamatkan cintaq yang hanya sebelah tangan sangat sulit karna hubungan yang baik jika keduanya saling menyayangi. Mungkin hal terbaik yang bisa saya lakukan adalah merelakanya pergi dengan orang lain yag dia sayangi.
Saya tidak pernahmenyangka akanseperti ini jadinya hubungan kami karna z percaya akan kejujuranya. Mungkin ini sudah takdir yg harus z jalani, membiarkan orang yang aku sayang punya hubungan dengan orang lain.


curahan hati seorang irfan... heheh :D
BalasHapus