Jurnal Pendidikan Berbahasa Inggris Diterbitkan
[Agama dan Pendidikan]
Jurnal Pendidikan Berbahasa Inggris Diterbitkan
Jakarta, Pelita
Forum Musyawarah Organisasi Profesi Pendidikan Indonesia (Formoppi) Untuk pertama kalinya meluncurkan International Journal of Education. Kehadiran jurnal pendidikan bertaraf internasional ini diharapkan dapat menggerakkan hati para guru dan dosen untuk turut serta menulis dalam jurnal tersebut.
Diharapkan dengan adanya jurnal ini guru maupun dosen mau membaca apa isinya dan pada akhirnya tergerak untuk turut serta mengisi jurnal tersebut, kata Ketua Umum Formoppi Professor Dr Engkoswara M Ed di Jakarta, Kamis (26/4).
Menurut Engkoswara, selama ini kegiatan para guru dan dosen hanya disibukkan dengan mengajar di kelas. Padahal peningkatan kualitas pendidikan juga dapat ditingkatkan melalui menulis. Oleh sebab itu pihaknya tergerak membuat jurnal tersebut untuk memberikan kesempatan para guru dan dosen agar mau menulis dalam bahasa Inggris.
Kalau di Yogyakarta ada journal of economic sedangkan di Jakarta ada journal of education,kata Engkos yang mengatakan setiap serinya dibatasi hanya enam penulis, dimana empat penulis dari tanah air dan dua penulis dari asing. Demikian halnya dengan tim editor juga melibatkan penulis asing.
Jurnal yang hanya seharga Rp50 ribu ini akan diluncurkan tahun ini sebanyak dua kali. Dimana pada luncuran pertama akan dilakukan di Yogyakarta pada saat puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional yang akan dihadiri Presiden Republik Indonesia yaitu pada bulan Mei. Kedua akan diluncurkan pada bulan November pada saat peringatan Hari Guru.
Di sisi lain Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi H Margani M Mustar menyambut baik kehadiran International Journal of Education yang menurutnya dapat mendorong para guru dan dosen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui tulisan.
Sedangkan ke depannya Margani berharap jurnal berskala internasional ini tidak hanya diedarkan di Indonesia tapi juga akan tersebar diberbagai negara.
Tahun depan pada saat peluncuran kita akan mengundang tokoh-tokoh asing yang berada di Indonesia dan kita juga akan adakan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi asing, untuk menyebarluaskan jurnal tersebut, tegasnya.
Margani juga menyesali perkembangan pendidikan di tanah air, para praktisi pendidikan terkesan saling mendukung, saling men-counter, saling memberi saran tapi kadangkala saling menyalahkan jika ada kesalahan yang terjadi.
Padahal tidak seharusnya demikian, pendidikan merupakan tanggungjawab bersama, seandainya ada kesalahan, alangkah baiknya dicari penyebabnya dan diperbaiki secara bersama pula, ujarnya. (mth)
Jakarta, Pelita
Forum Musyawarah Organisasi Profesi Pendidikan Indonesia (Formoppi) Untuk pertama kalinya meluncurkan International Journal of Education. Kehadiran jurnal pendidikan bertaraf internasional ini diharapkan dapat menggerakkan hati para guru dan dosen untuk turut serta menulis dalam jurnal tersebut.
Diharapkan dengan adanya jurnal ini guru maupun dosen mau membaca apa isinya dan pada akhirnya tergerak untuk turut serta mengisi jurnal tersebut, kata Ketua Umum Formoppi Professor Dr Engkoswara M Ed di Jakarta, Kamis (26/4).
Menurut Engkoswara, selama ini kegiatan para guru dan dosen hanya disibukkan dengan mengajar di kelas. Padahal peningkatan kualitas pendidikan juga dapat ditingkatkan melalui menulis. Oleh sebab itu pihaknya tergerak membuat jurnal tersebut untuk memberikan kesempatan para guru dan dosen agar mau menulis dalam bahasa Inggris.
Kalau di Yogyakarta ada journal of economic sedangkan di Jakarta ada journal of education,kata Engkos yang mengatakan setiap serinya dibatasi hanya enam penulis, dimana empat penulis dari tanah air dan dua penulis dari asing. Demikian halnya dengan tim editor juga melibatkan penulis asing.
Jurnal yang hanya seharga Rp50 ribu ini akan diluncurkan tahun ini sebanyak dua kali. Dimana pada luncuran pertama akan dilakukan di Yogyakarta pada saat puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional yang akan dihadiri Presiden Republik Indonesia yaitu pada bulan Mei. Kedua akan diluncurkan pada bulan November pada saat peringatan Hari Guru.
Di sisi lain Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi H Margani M Mustar menyambut baik kehadiran International Journal of Education yang menurutnya dapat mendorong para guru dan dosen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui tulisan.
Sedangkan ke depannya Margani berharap jurnal berskala internasional ini tidak hanya diedarkan di Indonesia tapi juga akan tersebar diberbagai negara.
Tahun depan pada saat peluncuran kita akan mengundang tokoh-tokoh asing yang berada di Indonesia dan kita juga akan adakan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi asing, untuk menyebarluaskan jurnal tersebut, tegasnya.
Margani juga menyesali perkembangan pendidikan di tanah air, para praktisi pendidikan terkesan saling mendukung, saling men-counter, saling memberi saran tapi kadangkala saling menyalahkan jika ada kesalahan yang terjadi.
Padahal tidak seharusnya demikian, pendidikan merupakan tanggungjawab bersama, seandainya ada kesalahan, alangkah baiknya dicari penyebabnya dan diperbaiki secara bersama pula, ujarnya. (mth)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar